Akan Ada Tersangka Baru Penyerangan di RSPAD

KOMPAS/RIZA FATHONI Sisa Penyerangan Rumah Duka RSPAD Lokasi kejadian pembunuhan di kompleks Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (23/2/2012). Sebelumnya telah terjadi penyerangan di tempat tersebut yang memakan korban tiga orang tewas.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat melakukan gelar perkara terkait kasus penyerangan di rumah duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Selasa (28/2/2012) siang. Gelar perkara ditujukan untuk menentukan peran para pelaku dan penetapan tersangka baru. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya.

“Rencananya hari ini akan diadakan gelar perkara hasil pemeriksaan siapa berbuat apa dalam kasus tersebut. Saat ini sedang dilakukan Polres Jakarta Pusat. Mudah-mudahan siang ini status masing-masing terperiksa akan jelas,” ujarnya.

Rikwanto mengatakan, hingga kini baru ada lima tersangka yang ditahan aparat kepolisian. Mereka adalah Edo Tupessy, Gretes alias Hery, Tony alias Ongen, Rens, dan Abraham. Polisi sudah memeriksa 19 orang saksi. Namun, belum ada penambahan tersangka.

Menurut Rikwanto, di antara anggota kelompok pelaku saling menutup-nutupi sehingga perlu adanya pemeriksaan silang.

“Harus ada keterangan silang yang perlu dicek satu sama lain, juga perlu dihadirkan saksi di TKP (tempat kejadian perkara) atau pun saksi yang mengetahui,” ujar Rikwanto.

Peristiwa ini berawal dari sekelompok orang yang secara tiba-tiba menyerang sejumlah pelayat di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, pada Kamis (23/2/2012) dini hari. Dua orang tewas dalam peristiwa itu akibat luka bacok dan enam orang lainnya mengalami luka.

Polisi sudah mengamankan lima orang tersangka dalam kasus ini. Seluruh tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Motif dari penyerangan itu diduga lantaran Edi, adik sepupu Bob Stanley yang meninggal dunia ketika itu, memiliki utang atas transaksi narkoba senilai Rp 280 juta. Edo sudah melihat ada kelompok Edi di rumah duka itu sehingga memanggil teman-temannya untuk langsung menyerang. Sementara Edi ternyata tidak ada di rumah duka itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s