Saatnya Hotel “Ramah” pada Penyandang Cacat

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI ILUSTRASI – Sejumlah warga melihat seni instalasi kursi roda milik para siswa YPAC Solo saat digelar Solo Artravaganza di jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/2/2011). Dalam kegiatan tersebut digelar berbagai kegiatan seni di sepanjang jalur car free day yang merupakan salah satu kegiatan untuk memeriahkan ulang tahun Kota Solo ke 266.

KOMPAS.com – Hotel-hotel berbintang di Indonesia memang tumbuh dengan pesat dari tahun ke tahun. Namun, masih sedikit hotel yang menyediakan fasilitas maupun kebijakan untuk memudahkan penyandang cacat saat datang menginap.

Seperti grup Dafam Hotels yang walaupun secara khusus tidak menyediakan kamar untuk penyandang cacat, namun mempunyai kebijakan khusus untuk penyandang cacat.

”Yang kami khususkan adalah bahwa setiap tamu penyandang cacat kami siapkan di lantai 1 dari hotel tersebut. Jika hotel tersebut lantai kamar di atas lantai 1, kami akan siapkan di lantai terbawah. Dan, seperti kursi roda setiap hotel punya,” kata Corporate Public Relations Manager Dafam Hotels Ninik Haryanti, Jumat (17/2/2012).

Ninik mengakui bahwa sejauh ini tingkat hunian dari penyandang cacat tidak terlalu banyak. Hanya saja, pihaknya merasa bahwa kebijakan khusus untuk penyandang cacat tersebut diperlukan agar lebih mempermudahkan setiap aktivitas mereka.

Sementara itu, di kesempatan yang berbeda Sekretaris Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Achyaruddin menyebutkan sebenarnya industri pariwisata sudah peduli pada penyandang cacat.

“Dari tahun 1980-an, sudah ada hotel-hotel yang concern dengan penyandang cacat. Sebenarnya industri kita peduli. Di Solo, hotel-hotel saya lihat peduli dengan penyandang cacat. Ada akses jalan dan cara dia masuk lift sampai ke kamar diperhatikan. Juga kamar mandinya,” jelas Achyaruddin.

Hanya saja, ia mengakui tidak semua hotel menempatkan kamar khusus bagi penyandang cacat di lantai satu. Sebab, biasanya lantai satu untuk lobby dan restoran.

”Lantai satu itu rata-rata untuk fasilitas hotel. Tapi kalau untuk akses jalan untuk kursi roda biasanya ada, atau pegangan di kamar mandi. Tapi ada pula kamar-kamar khusus diletakkan dekat lift,” jelasnya.

Achyaruddin menuturkan sudah ada biro perjalanan wisata di Indonesia yang khusus menangangi turis penyandang cacat. Biro perjalanan wisata tersebut terutama di daerah Batam. Sebab, lanjutnya, penyandang cacat asal Singapura banyak yang senang pelesir ke Batam.

”Menurut saya, Bali dan Batam yang paling ramah untuk turis penyandang cacat. Kalau Batam karena banyak untuk turis Singapura. Solo juga saya lihat begitu mulai bagus untuk penyandang cacat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s