Baru Dua Hari, Bayar Sewa Rp 6 Juta

Fabian Januarius Kuwado Wahyu (28) sibuk mengais sisa-sisa kebakaran yang melanda kios buku miliknya di Pasar Induk Buah dan Sayur Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Jumat (17/2/2012.

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pria dengan bertelanjang dada sibuk memilah-milah buku dari sisa puing kebakaran. Tubuh gempalnya tampak penuh dengan sisa abu bercampur keringat, bergumul dengan ratusan buku yang bertumpuk-tumpuk yang sebagian telah terbakar. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat Wahyu, ayah dua anak itu, untuk mengumpulkan buku yang masih bisa diselamatkan.

Wahyu hanyalah salah satu korban kebakaran yang menghanguskan 12 kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/2/2012) pagi. Selain Wahyu, masih ada puluhan korban lain akibat kebakaran tersebut yang tiba-tiba harus kehilangan mata pencaharian mereka.

“Ini bukunya di bawah, di dalam dus, ketiban runtuhan jadi ada yang nggak kebakar,” ujar Wahyu kepada Kompas.com.

Toko yang dikelola Wahyu seluas 10 x 5 meter persegi tersebut merupakan toko turun-temurun dari orangtuanya sejak tahun 1990-an. Selama tahun tersebut, toko buku Wahyu menjual berbagai macam buku pelajaran, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. “Total kerugian Rp 300 jutaan-lah,” ujarnya.

Menurut Wahyu, dia baru membayar sewa kios dengan empat pegawai tersebut dua hari lalu sebesar Rp 6 juta kepada pemilik kios. Belum sempat menikmati hasil, tahu-tahu toko bukunya ludes dilalap api.

Bahkan sejumlah buku pendidikan agama yang baru dibelinya dari penerbit beberapa waktu lalu senilai Rp 10 juta pun ikut hangus. Wahyu mengaku bingung, tak tahu harus dibayar dengan apa. Kini, Wahyu bingung bagaimana nasib mata pencaharian satu-satunya yang turut menjadi sumber penghidupan keempat pegawainya itu.

Nggak bisa dibangun lagi kayanya, sudah habis begini,” ujarnya lemas.

Dia tak berharap banyak pasca-musibah yang dialami pedagang kecil seperti dirinya dan teman-temannya sesama pedagang.

“Bantuan mah mustahil-lah ya kayaknya, mau bantuan dari siapa,” ujarnya sambil mendorong gerobak berisi puluhan buku usang yang berhasil diselamatkan.

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, sekitar pukul 08.30, api melahap 12 kios yang biasa berjualan mulai dari sembako, makanan, hingga buku. Para pedagang memastikan api bersumber dari korsleting listrik sebuah kios pembuatan bakso yang berada di ujung pertokoan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s