Angelina Sondakh Curhat di Blog

Liputan6.com, Jakarta: Februari menjadi bulan yang penuh cerita bagi Angelina Sondakh. Hanya dua hari sebelum peringatan wafat suaminya Adjie Massaid, wanita yang akrab disapa Angie itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi wisma atlet. Ia pun meluapkan kisah kehidupannya dalam sebuah blog.

“Februari… Bulan ini rupanya “agak” banyak bercerita tentang diriku…Let’s move on lah dengan segala kapasitasku…”tulis Angie dalam blog yang diposting Ahad (5/2) dengan judul “Februari”.

Ibu dari Keanu Jabar Massaid itu berharap mampu melewati kerikil-kerikil kehidupannya menuju ujung cerita yang indah. “Biarlah aku menginjak menyusuri kerikil ini mencapai tujuan yang bersolek elok, berkilau dan teduh di ujung sana walaupun ku tak tahu kapan akan sampai kesana….”

Angie hanya meyakini dalam kesulitan akan datang kemudahan. Ia akan berusaha tegar, sabar, dan ikhlas dalam menjalaninya. “Yang kupercaya ada Allah SWT mau ikut membimbingku kesana, membekaliku dengan ketegaran, kesabaran dan keikhlasan… Amiin. Semua ini miliknya, dan akan kembali kepadanya. La Tahzan Angie…dalam kesulitan akan datang kemudahan, begitu janjiNYA” padaku”.

Namun, wanita yang diisukan sedang dekat dengan Kompol Brotoseno ini merasa cobaan yang dialaminya terasa tak berhenti. Ia mengibaratkan kehidupannya dalam sebuah kertas ujian.

“Apakah aku begitu lemah dan kosong sehingga kertas ujian itu hanya selalu dipenuhi soal-soal yang tak kunjung benar jawabannya? atau apakah aku terlalu kuat sehingga Engkau terus menunggu hasil-hasil jawabanku yang selalu istimewa?apapun itu semua adalah kuasaMu. PerintahMu yang kuingat adalah kertas ujian itu bukan untuk dirobek-robek Angie…tetapi untuk kau selesaikan!”.

Beratnya cobaan yang dihadapi Politisi Partai Demokrat (PD) ini tak membuatnya menyerah. Ia menerima takdirnya dengan berusaha bersikap bijak. “Semua takdirmu baik ya Allah…..tidak patut aku menyalahkan keadaan, tidak bijak jika aku teriak, tidak etis apabila ku meringis. Tenggelam dalam doa kepadaMu itu akan lebih tepat adanya….”

Ia pun tak ingin menghadapi kasus yang menderanya dengan emosional dengan memberontak. Ia ingin segera hidupnya bisa tenang kembali bersama anak-anaknya tercintanya.

“Berarti aku tidak boleh marah, aku tidak boleh memberontak atau malah berbalik memusuhi dan menghujatMu beserta tingkah polah “ajaib” insan di dunia ini?baiklah….aku usahakan seperti itu, tetapi janji ya Rabb antarkan aku dan anak-anak secepatnya ke telaga warna yang penuh cahaya itu…..kami ingin merasakan wanginya ketentraman dan ketulusan.

Meski kini ia sendirian, tak lagi didampingi suami tercinta, Angie berusaha menegarkan diri bahwa ia sanggup melalui badai kehidupannya.

“Lebih baik pula mensyukuri nikmatmu yang berlimpah, termasuk kemuliaan hari ini yang kembali menghantarkan aku pada kenangan akan sosok tercinta itu…. Apa kabarmu mas Adjie? beruntunglah engkau telah lepas dari gelombang badai hiruk pikuk dunia ini. Tak perlu risau akan diriku dan anak-anak….kami pasti berhasil menjalani semuanya, insyaAllah”.

“Setahun ini Engkau telah berpulang suamiku, bertepatan dengan hari lahir Rasul Muhammad SAW. Semoga hari ini menjadi hari yang indah untuk almarhum suamiku, berkat gema sholawat yang ramai di dunia dari umatMu ya Allah. Amiiin ya Robbal a’lamiin”.(MEL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s