Memanfaatkan Momentum Emas Investment Grade

Pencapaian prestasi ekonomi Indonesia terus menuai apresiasi dunia internasional. Setelah pada akhir tahun 2011 lalu memperoleh peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings, kini di awal tahun 2012 Indonesia kembali memperoleh apresiasi serupa dari Moody’s Investor Service. Lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat ini meningkatkan rating Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3 dengan prospek stabil. Moody’s Investor Service adalah sebuah lembaga pemeringkat yang didirikan untuk menilai kelayakan utang dari penerbit obligasi, baik perusahaan ataupun pemerintah.

Sekadar diketahui Indonesia kehilangan posisi investment grade sejak tahun 1997 setelah dihantam krisis moneter. Istilah investment grade merujuk pada sebuah peringkat yang menunjukkan utang pemerintah atau perusahaan memiliki risiko yang relatif rendah dari peluang default atau gagal bayar sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Karena itu, invesment grade diberikan kepada suatu negara yang memiliki fundamental ekonomi kuat, stabilitas politik dalam jangka panjang solid, dan memiliki manajemen anggaran pemerintah serta kebijakan moneter yang prudent. Hal ini ditandai dengan defisit anggaran yang rendah, rasio utang rendah, dan inflasi terkendali. Investment grade merupakan peringkat yang masuk kategori layak investasi.

Kenaikan peringkat Indonesia menjadi negara layak investasi berdasarkan penilaian dua lembaga pemeringkat itu mencerminkan pengakuan dan apresiasi dunia internasional terhadap pencapaian ekonomi Indonesia. Indonesia dinilai memiliki daya tahan ekonomi sangat baik di tengah-tengah kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian.

Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Di tengah kelesuan ekonomi Amerika Serikat dan negara–negara Eropa akibat imbas krisis utang, peringkat Indonesia justru mengalami kenaikan menjadi negara layak investasi. Pencapaian peringkat investment grade memiliki nilai sangat penting karena akan berpengaruh pada pandangan dunia terhadap iklim investasi di Indonesia.

Posisi Indonesia di mata investor akan semakin menguat sehingga memperbesar peluang untuk bisa meningkatkan kegiatan investasi di Indonesia. Tidak saja di pasar obligasi dan saham, tapi juga penanaman modal langsung akan meningkat. Indonesia akan kian dilirik sehingga arus masuk modal asing akan semakin meningkat dan memperkuat cadangan devisa.

Keberhasilan meraih kembali investment grade dapat diartikan bahwa Indonesia telah cukup kuat mengatasi krisis. Mengacu kepada beberapa indikator ekonomi saat ini, Indonesia memang sudah selayaknya masuk kategori investment grade.  Ekonomi tumbuh di atas 6 persen, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berada pada angka 26 persen, dan defisit anggaran di bawah 2,5 persen. Hal itu merupakan capaian luar biasa di tengah carut marut kondisi ekonomi global yang menyebabkan posisi ekonomi sejumlah negara yang dianggap kuat justru ambruk dan mengalami kejatuhan peringkat utang. Prestasi ini merupakan buah manis kerja tim ekonomi kabinet selama beberapa tahun terakhir ini.

Sikap optimistis layak ditunjukkan bangsa Indonesia saat melangkah memasuki tahun 2012 dengan bermodalkan peringkat layak investasi tersebut. Meskipun demikian, hal itu bukan berarti tugas pemerintah akan terasa ringan. Sebaliknya, justru inilah momentum bagi pemerintah untuk mengerahkan segala upaya agar peluang emas itu tidak terlewatkan percuma. Keberhasilan dalam meraih kembali investment grade tidak akan banyak berarti jika tidak diiringi dengan sejumlah langkah-langkah pembernahan.

Salah satu masalah penting yang harus segara mendapatkan perhatian pemerintah untuk dilakukan pembenahan adalah pembangunan infrastruktur. Sulit dimungkiri bahwa ketidaksiapan infrastruktur memang merupakan masalah utama yang paling sering dikeluhkan oleh para investor. Hambatan-hambatan infrastruktur ditenggrai sebagai salah satu sebab utama munculnya ekonomi biaya tinggi (high cost economy)

Untuk itu, Indonesia harus melakukan perluasan dan pembangunan insfrastruktur. Hambatan infrastruktur mutlak akan menjadi kendala besar bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Jika infrastruktur suatu negara tidak memadai, maka kegiatan investasi serta arus barang dan jasa otomatis akan turut mengalami gangguan.
Pemerintah dapat mendorong pembagunan infrastruktur melalui peningkatan alokasi belanja modal. Dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012, pemerintah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp161,4 triliun dari total belanja negara yang mencapai Rp1.435,4 triliun. Namun, hal itu tidak cukup tanpa diiringi dengan keterlibatan pihak swasta. Pemerintah harus terus mendorong keterlibatan pihak swasta guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur

Singkat kata, infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Keberadaan infrastruktur yang baik dapat mengundang minat investor secara lebih luas agar mau menanamkan modal di Indonesia untuk kemudian membuka lapangan usaha sehingga pasar tenaga kerja di Indonesia akan semakin terbuka luas.
Di samping itu, hambatan lain yang berpotensi menjadi penghalang minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia adalah masih maraknya berbagai  pungutan, baik resmi maupun liar, yang harus dibayar perusahaan kepada para petugas, pejabat, dan preman. Sebagaimana masalah ketiadaan infrastrktur, praktek pungutan liar semacam ini juga merupakan salah satu sebab utama ekonomi biaya tinggi.

Hal itu tentu melahirkan iklim usaha yang tidak kondusif bagi para investor yang senantiasa menuntut transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas. Dalam refleksi akhir tahun 2011, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengemukakan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih cepat apabila ekonomi biaya tinggi dapat diatasi dihapuskan.

Akirnya, perlambatan pertimbuhan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa harus dapat dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan peringkat investment grade yang dialami Indonesia beberapa waktu lalu tidak akan mendatangkan manfaat signifikan bagi perekonomian Indonesia selama faktor-faktor penyebab ekonomi biaya tinggi masih terus dipelihara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s